Text
Politik Kelas Menengah Indonesia
Kajian kelas menengah saat ini semakin menjadi perhatian seiring dengan tumbuhnya industrialisasi di Indonesia. Kapitalisme yang berkembang di masa Orde Baru memunculkan kelompok-kelompok masyarakat yang terlalu riskan untuk masuk dalam kategori kelompok proletar kelas buruh atau petani, namun juga bukan bagian dari kelas elit pemilik modal.
Jumlahnya semakin besar dan menunjukan karakteristik dan sikap-sikap tertentu, tetapi sekaligus sulit diprediksi karena luasnya varian yang dipercaya soal kelas menengah.
Jika varian yang luas ini diungkap seluruhnya, maka yang termasuk dalam kategori kelas menengah ini bisa disebut tentara dan birokrat, akademisi, profesional, pengacara, dokter, pamong-pamong desa, petani kelas atas, para menajer perusahaan dan berbagai macam profesi yang berhubungan dengan keahlian khusus.
Sekarang ini jika didefinisikan secara perilaku konsumsi, maka menurut definisi World Bank, kelas menengah adalah mereka yang menghabiskan USD 2 – 20 USD/ hari. Jumlahnya saat ini dipercaya hampir separuh masyarakat Indonesia masuk dalam kategori kelas menengah.
B01434 | B-Politik PO RI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain