Text
Sang Penyelamat Republik: Biografi Sjafruddin Prawiranegara Pahlawan yang Dilupakan Sejarah
“Tanpa langkah berani Sjafruddin membentuk dan memimpin PDRI, bisa dipastikan riwayat Republik Indonesia hanya berlangsung singkat dari 17 Agustus 1945 sampai 19 Desember 1948.” (Dr. A.M. Fatwa, Ketua DPD RI) “Berbicara tentang Sjafruddin Prawiranegara, tidak bisa tidak bicara tentang dua hal: PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). PDRI membuktikan dengan jelas jasa Sjafruddin menyelamatkan Republik Indonesia yang pemimpinnya sudah ditawan oleh Belanda. Sedangkan PRRI haruslah dilihat sebagai usaha menyelamatkan RI yang terancam oleh komunisme. PRRI bukanlah gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia, melainkan gerakan alternatif untuk menyelamatkan Indonesia”. Prof. Dr. Salim Said (pakar ilmu politik) Ketika Mr. Sjafruddin Prawiranegara menyelamatkan Republik Indonesia dengan langkah pembentukan PDRI-nya, banyak orang memperdebatkan apakah Sjafruddin bertindak sebagai “Ketua PDRI” atau “Presiden PDRI”. Wakil Presiden Hatta dalam Memoar-nya tetap menyebutnya: “Sang Presiden Darurat”, walau sebenarnya Sjafruddin tak pernah mempersoalkannya. Sjafruddin pernah berucap di markas gerilyanya di Padang Jepang bahwa “Tak pernah mimpi untuk mencari pangkat dan jabatan, di hadapan hanya terbayang perjuangan menyelamatkan Republik bermodalkan kejujuran dan pengorbanan.”
B01815 | B-Biografi SA SR | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain