Text
Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi
Di akhir abad ke-19, sebuah kota me lahirkan etnisnya sendiri. Tra disi dan budayanya di ikat oleh Islam yang ber sahabat, terbuka, dan memberi ruang bagi yang lain. Pro ses ìmenjadiî itu berlang sung di te ngah pahit getir perbudakan. Arsitek nya ada lah orangorang ping giran dan dikembang kan oleh kaum berada dan terpelajar di kota. Kota itu bernama Batavia. Etnis dan budayanya disebut BetawióBetawi pinggiran dan Betawi Tengah. Batavia dan Betawi, seperti se buah rumah dengan penghuninya. Kota bukan lagi sekadar tem pat mencari atau menghamburkan uang, tetapi menjadi tempat yang baik mem bangun tradisi dan mengikat kebersamaan. Dalam perjalanan waktu, ada tradisi yang memudar bahkan hi lang seManga, Manhua & Manhwat dan keindahannya. Tetapi di sisi lain, harapan akan gagas angagasan untuk membangun tradisi baru masih terus mengalir hing ga kini. Mudah-mudahan buku ini bisa ikut membuka kembali pro ses ìmen jadiî orang Jakarta sehingga Jakarta tak lagi sekadar tempat bagi orang-orang asing datang dan pergi.
B03236 | B-Pendidikan & Kemanusiaan BA WI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain