Text
Gerbang
Buku terakhir dari trilogi : Gumam, Oase, dan Gerbang ini akhirnya sampai di tangan Anda dengan terengah-engah, di antara kesibukan dan mondar-mandir Jakarta-Bandung ynag harus dilewati. Tidak mudah menyelesaikan sebuah buku, kecuali semangat membara untuk menghadirkan nilai tambah bagi segenap pembaca sekalian. Dengan niat lillaahi ta'ala, terwujudlah impian untuk terus bermakna bagi seru sekalian alam.
Buku ini tetap terdiri atas trilogi dalam pembagian babnya, yaitu "Negara", "Masyarakat", dan "Pribadi", seperti dua buku seri terdahulu. Dengan satu semangat yang menyala, yaitu untuk perbaikan diri, masyarakat, dan bangsa sebagai tujuan akhirnya, semua didasarkan jargon bahwa there is no best way but always the better way in our life, so we have to make it better in every where we exist. Give to the community value added in every action you do. Sebuah jargon yang mendarah daging dari pendidikan teknik dan manajemen industri yang dijiwai oleh alumninya di seantero Nusantara yang wajib dimiliki setiap insan Indonesia.
Bukalah jendela dunia dengan membaca, untuk perenungan, pematangan pikiran, dan dasar bertindak yang dilandasi pengetahuan. Ketika inggris telah membangun Universitas Oxford pada 1200-an, kita masih asyik dengan cerita Ken Arok yang terpesona betis Ken Dedes yang ramping bak bulir padi long grain yang akhirnya terjadi amuk turun-temurun sehingga menyadari bahwa Revolusi Industri telah membuat Cina dan India berlari jauh ke depan, melakukan quantum leaps.
Buku ini dimaksudkan sebagai salah satu tombol untuk membuat Anda lompat, membangunkan Anda dari tidur pada siang bolong ketika orang lain melaju kencang. Ketika setiap orang datang dengan spirit memperbaiki, membentuk ikatan niat, sang pemimpin tinggal menjadi pemantik dan berlaku sebagai suri teladan.
B03706 | B-Pendidikan & Kemanusiaan GE DE | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain