Text
Panglima Bambang Sugeng; Panglima Komando Pertempuran; Merebut Ibu kota; Djogja Kembali 1949 & Seorang Diplomat
Panglima Komando Pertempuran Merebut Ibu Kota Djogja Kembali 1949 dan Seorang Diplomat" adalah tulisan biografi yang ditulis oleh Edi Hartoto. Dari keterangan singkat di bagian belakang buku mengenai riwayat penulis, Edi Hartoto tidak memiliki latar belakang keilmuan sejarah atau politik. Rujukan buku yang ditulis dalam daftar pustaka terkesan kering,karena sangat sedikit buku kajian akademis yang digunakan. Lebih banyak menggunakan buku-buku resmi, tulisan yang dihasilkan menjadi militeristik. Selain itu, buku ini terasa subjektif. Hal ini dapat dilihat dari pilihan kata yang "berbunga" dalam menggambarkan keadaan dan tokoh biografi Bambang Sugeng.
Kemudian, buku ini banyak menggunakan dokumen resmi dari AD, yang seharusnya bisa menjadi sumber petikan langsung dalam narasi, sehingga menunjukan cerita dalam buku dan sumber primer yang digunakan memiliki relevansi.
Sebagai sebuah biografi, buku ini disusun secara kronologis, dimulai dari cerita masa kecil Bambang Sugeng hingga karirnya di militer dan politik. Dituliskan dalam buku ini, Bambang Sugeng mempunyai peran penting dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.
Panglima Bambang Sugeng adalah penggagas pertama perlawanan propaganda Belanda melalui aksi Serangan Umum berulang kali selama hampir 6 bulan, Januari sampai Juni. Dan Serangan Umum 1 Maret 1949 tentunya tidak lepas dari instruksi rahasia Panglima Bambang Sugeng untuk mengadakan serangan besar-besaran terhadap Ibu kota RI Yogyakarta yang saat itu diduduki pasukan Belanda. Serangan tersebut membuat dampak yang besar terhadap jalannya diplomasi, baik Jakarta-Bangka maupun di Lake Success AS.
B03715 | B-Biografi PA ED | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain