Text
Populisme Menghancurkan Demokrasi
Pria Dharsana, peraih gelar doktor di Universitas Indonesia itu berpandangan masyarakat Indonesia hingga saat ini dalam berpolitik cenderung belum dewasa memilah mana yang benar dan tidak benar, sehingga terkesan ditelan begitu saja bahkan informasi hoaks.
Bahkan celakanya, lanjut dia, dari tiga tipe pemilih di negara kita yakni yang memilih dengan kecerdasan akademis, dengan hati, maupun tipe memilih dengan "perut", yang terbanyak justru memilih karena alasan perut atau yang mendapatkan iming-iming logistik. "Sekitar 5-9 persen, masyarakat kita memilih didasari kecerdasan akademis, sebanyak 11-15 persen memilih karena dasar idealisme, dan sisanya memilih dengan perut," ucap Pria yang sehari-hari juga sebagai notaris-PPAT di Kabupaten Badung itu.
Buku tersebut, tambah Pria Dharsana, merupakan ikhtiarnya dalam menjahit berbagai peristiwa politik, hukum dan sosio kemasyarakatan Tanah Air yang sarat makna. Peristiwa-peristiwa penting tersebut teramat perlu ditulis dan didokumentasikan agar tak hanya usai dalam mimbar-mimbar diskusi dengan durasi waktu yang amat terbatas.
B03929 | B-Politik PO IM | Tersedia | |
B06246 | B-Politik PO IM | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain