Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Gerilya Republik di Kota Probolinggo 1947-1949

Text

Gerilya Republik di Kota Probolinggo 1947-1949

Ari Sapto - Nama Orang;

Di Jawa Timur, Agresi Militer Belanda I berhasil gemilang, sama dengan disemua medan operasinya. Akan tetapi, kemenangan tempur Belanda yang begitu menghancurkan itu justru menambahkan kesadaran baru bagi siasat perjuangan TNI Konsep pertempuran gerilya adalah jawaban yang harus segera dilaksanakan Front tidak lagi terpaku pada garis depan dan belakang. Dalam gerilya tidak ada kata "maju" atau mundur". Karena semuanya menjadi garis depan. Semuanya adalah front Selain itu, semangat dan keberanian tempur harus juga dikalkulasikan dengan risiko yang bakal dihadapi, baik bagi prajurit TNI maupun bagi desa-desa atau wilayah yang menjadi penyangga dan secara langsung dapat merasakan ekses dari diadakannya gerilya. Sebab, kehilangan kepercayaan dari rakyat berarti sama seperti anak yang kehilangan induknya. TNI bisa kehilangan segala-galanya. Untuk melawan strategi penghancuran (annihilation strategy) yang dianut Belanda, TNI menggunakan strategi penjemuan (attritation strategy). Bagi Belanda, strategi perang terutama ditujukan pada penghancuran Angkatan Perang Republik. Mereka meyakini bahwa dengan hancurnya TNI maka
maksud dan tujuan politik dapat lebih mudah dicapai, kemudian baru tujuan ekonomi dapat pula dicapai. DI Probolinggo, seperti juga di daerah-daerah lain, keberpihakan rakyat umum kepada Republik adalah modal dasar yang paling penting. Namun, soal keberpihakan ini adalah perkara yang juga hendak diperebutkan oleh Belanda. Dan, untuk Belanda, sesudah Kota Probolinggo berhasil diduduki melalui Agresi Militer Belanda 1 tanggal 21 Juli 1947. sikap rakyat sudah tidak bersahabat.


Ketersediaan
B03932B-Politik GE ARTersedia
B06991B-Politik GE ARTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Politik GE AR
Penerbit
Yogyakarta : Matapadi Presindo., 2020
Deskripsi Fisik
xx + 188 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786021634424
Klasifikasi
B-Politik
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1, 2020
Subjek
Buku Politik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ari Sapto
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik