Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kursi Kekuasaan Jawa

Text

Kursi Kekuasaan Jawa

Eddy Supriyatna Marizar - Nama Orang;

Kursi yang berfungsi sebagai tempat duduk merupakan hasil karya seni, selain itu juga memiliki fungsi sosial yang penuh misteri. Istilah kursi, gambar kursi, dan berbagai elemen visualnya yang estetis itu cenderung diselimuti makna-makna simbolik yang terkadang aneh dan gaib, bahkan dapat dikatakan misterius. Terutama kursi-kursi yang dapat dikategorikan bernilai seni tinggi (adiluhung), seperti Dhampar Kencana, singgasana, atau kursi Presiden. Padahal para penguasa yang menggunakan kursi-kursi itu telah bersentuhan dengan berbagai budaya asing selama ratusan tahun. Kursi di Keraton Yogyakarta, Gedung Agung Yogyakarta, dan Pura Pakualaman Yogyakarta tidak hanya berfungsi sebagai sarana tempat duduk, akan tetapi memiliki fungsi-fungsi simbolik yang penuh makna, disakralkan, adan dimitoskan. Hal ini bertujuan memperkokoh status sosialnya dan memperkuat legitimasi kekuasaannya. Tata cara dan wujud desain kursi para penguasa berorientasi pada gaya kursi para raja Jawa. Hal ini disebabkan tanah Jawa masih dianggap sebagai pusat orientasi para penguasa di Indonesia, khususnya Yogyakarta masih sering diposisikan sebagai pakubumi tanah Jawa bahkan Nusantara. Desain kursi yang digunakan Presiden RI memiliki kemiripan dengan desain kursi para Raja Jawa. Hal ini mengindikasikan bahwa Presiden RI memiliki konsep legitimasi kekuasaan yang sama dengan para Raja Jawa. Keraton dan konsep kekuasaan Jawa masih menjadi pusat orientasi bagi para penguasa di Indonesia. Kursi di Jawa senantiasa disakralkan sebagai alat legitimasi untuk duduk bagi para penguasa. Di Tanah Jawa perebutan kursi merupakan suatu peristwa yang logis, jika dipandang dari sisi legitimasi kekuasaan Jawa.


Ketersediaan
B04225B-Politik KU EDTersedia
B08092B-Politik KU EDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Politik KU ED
Penerbit
Yogyakarta : Penerbit Narasi., 2013
Deskripsi Fisik
408 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789791683173
Klasifikasi
B-Politik
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1, 2013
Subjek
Buku Politik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Eddy Supriyatna Marizar
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik