Text
Dendam Konflik Poso ( Periode 1998-2001 ) : Konflik Poso dari Perspektif Komunikasi Politik ( Edisi Terbaru )
Konflik Poso muncul saat keran partisipasi politik terbuka Iebar di masyarakat. Perebutan kekuasaan terjadi di Poso, di samping adanya ketimpangan struktural. Perebutan kekuasaan yang dilakukan para elite lokal memanfaatkan momentum masyarakat Poso yang sedang melaksanakan ibadah Ramadan dan peringatan Natal. Momentum religius ini diseret ke kancah politik yang berujung kepada konflik.
Ketika perseteruan menyentuh ranah agama sebagai dasar keyakinan umat, konflik pun tidak dapat dikendalikan lagi. Sebab, masalah agama mudah menyulut sentimen individu dan kelompok yang sangat sensitif dan berakibat
terjadinya konflik berkepanjangan di Poso, sehingga tampak seolah-olah konflik antaragama. Akibatnya, terjadi dendam antarpenganut agama, pembantaian, dan lahirnya tragedi kemanusiaan.
Yang tersisa dari konflik Poso adalah sebuah pertanyaan yang belum terjawab tuntas, mengapa dan bagaimana konflik itu terjadi? Banyak pihak berspekulasi, konflik tersebut terjadi karena perseteruan antarumat beragama, pertarungan
antarelite lokal, dan sebagainya. Dalam Dendam Konflik Poso, Hasrullah yang terjun ke lapangan di tengah ledakan bom di daerah itu “memotret” konflik dari sisi pesan komunikasi politik para elite dua agama dan melengkapinya berdasarkan kacamata deklarator Perdamaian Poso.
B05084 | B-Politik DE HA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain