Text
80 Tahun Deliar Noer
Perjalanan hidupnya yang panjang melalui berbagai periode perkembangan politik di tanah air sejak zaman revolusi sampai awal abad ke 21 menjadikan Deliar Noer tampil sebagai sosok yang teguh dan tegar diterpa angin-angin perubahan yang pada mulanya menampakkan arah perkembangan yang benar, tapi kemudian menjadikannya sebagai orang yang tersingkir dari 3 (tiga) rezim orde republik yaitu orde lama, orde baru dan orde reformasi?
Pengalaman hidupnya menampilkan corak esensi politik yang disikapidan dihayati sebagai moral yang membimbing "kekuasaan" kearah nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Esensinya dapat terus dipertahankan dalam perjuangan eksistensi politik keIndonesiaan dan Islam adalan nama yang menjadi sifat yang terpatri dalam sepakterjangnya menghadapi kenyataan-kenyataan politik ditanah air.
sebagai sosok intelektual Deliar mencoba memberanikan diri tampil dalam ikut serta membawa perkembangan politik Indonesia kearah yang lebih beradab. Pengetahuan dan ilmu yang diperolehnya tidak membuatnya menjadi bersikap "NETRAL" terhadap perkembangan sosial politik di tanah air, Ia menerjunkan diri dalam ruang dan aktivitas politik nasional dimana banyak kalangan seperti enggan turut serta dengan menyebut dunia politik praktis sebagai sesuatu yang "kotor".
Ia memahami politik sebagai bagian dari perjuangan hidup mencapai keridhoan Ilahi, Ia memandang politik secara lebih serius, mendalam dan sebagai esensi dalam membawa perkembangan masyarakat kepada kemaslahatan dan nilai-nilai yang lebih luhur.
B05371 | B-Biografi 80 DE | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain