Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tembak Bung Karno; Rugi 30 Sen; Sukarno Undercover

Text

Tembak Bung Karno; Rugi 30 Sen; Sukarno Undercover

Walentina Waluyanti De Jong - Nama Orang;

Pernyataan yang menyepelekan keberadaan Sukarno! Begitulah gaya Westerling mencibir Sukarno, musuh bebuyutannya, yang tertuang pada buku berjudul Mijin Memoires yang ditulisnya sendiri. Ia secara terang-terangan menilai bahwa pelurunya lebih mahal daripada nyawa Sukarno. Kekejaman dan kebengisan Westerling dalam melakukan pemberontakan di Indonesia sudah menorehkan trauma, baik itu dari para korban maupun mantan anak buahnya sendiri. Anehnya, sosok Westerling kebal hukum! Ia lolos dari jeratan vonis penjahat perang. Teka-teki imunitas Westerling itu akhirnya terkuak belum lama ini. Ternyata, seorang Vice-Roi, tokoh sangat berpengaruh di Belanda, selama ini telah membentengi Westerling supaya kepentingan politisnya tidak terbongkar.

Kisah sarat fakta historis seputar Sukarno yang belum terekspos luas tertulis dalam buku ini. Semuanya tentang lika-liku Sukarno pada masa perjuangan, kejayaan, hingga terbenamnya. Putra sang Fajar ini memiliki banyak sisi kehidupan yang sejatinya layak diungkap supaya generasi penerus bangsa ini mampu mengangkat martabat dan ledaulatan bangsa sederajat dengan bangsa lain. Kecintaan Sukarno terhadap Republik ini selalu bersemayam dalam jiwanya. Terbukti, ketika meninggalkan istana karena kursi kepresidenan diduduki Soeharto tangan kanan Sukarno tampak menggenggam sesuatu yang sangat berharga. Hanya satu benda yang dibawa Bung Karno ketika meninggalkan istana. Tak lain, tak bukan, adalah bendera pusaka hasil jahitan tangan istrinya, Fatmawati.

Gaya penulisan yang ringan, dan mudah dicerna, dan jauh dari kesan "berat" menjadi kekuatan buku ini. Di sini, kita bisa terhanyut, terperangah, bahkan terkegum-kagum dengan mozaik Sukarno yang benar-benar menggugah hati kita.


Ketersediaan
B05474B-Biografi TE WATersedia
B09514B-Biografi TE WATersedia
B09515B-Biografi TE WATersedia
B09520B-Biografi TE WATersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Biografi TE WA
Penerbit
Yogyakarta : Galang Pustaka., 2013
Deskripsi Fisik
209 Hlm; 150 x 230 mm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9431-29-2
Klasifikasi
B-Biografi
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 1
Subjek
Buku Biografi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Walentina Waluyanti De Jong
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik