Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Konflik Antar Elit Politik Lokal dalam Pemilihan Kepala Daerah

Text

Konflik Antar Elit Politik Lokal dalam Pemilihan Kepala Daerah

Dhurorudin Mashad, dkk - Nama Orang; Moch Nurhasim - Nama Orang;

Kajian mengenai konflik antar elit politik lokan dalam kajian pemilihan kepala daerah di masa transisi yang mengkaji proses pemilihan kepala daerah di Surabaya, Sampang, Ternate dan Palangkaraya, menggambarkan bahwa di masing-masing lokasi telah terjadi pergeseran politik kekuasaan yang patut dicatat sebagai bagian dari proses reformasi yang sedang berjalan. Meskipun, telah ada pergeseran kekuatan politik, namun belum sepenuhnya terjadi sirkulasi elit dalam arti yang sesungguhnya, di mana kekuasaan masi belum lepas dari pengaruh kekuatan-kekuatan politik lama yang masih "berkuasa" di daerah. Namun demikian, yang pasti, sirkulasi kepentingan mungkin agak berubah, bila di masa lalu hanya terjadi dalam lingkaran kekuatan politik A, B, dan G (ABRI, Birokrasi dal Golkar), tetapi masa transisi kepentingan politiknya sudah tidak lagi demikian, dalam pengertian lain, telah ada pemain-pemain baru yang ikut mempengaruhi proses pemilihan kekuasaan. Catatan Penting lainnya yang patut digarisbawahi, bahwa konflik dalam pemilihan jabatan kepala daerah disebabkan bukan hanya oleh satu faktor, tetapi oleh banyak faktor, meskipun ada faktor yang sifatnya sangat dominan. Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik falam pemilihan kepala daerah adalah kepetingan masing-masing elit lokal yang bertarung, kepentingan politik elit nasional, kepentingan pengusaha, maupun kepentingan kekuatan-kekuatan politik lain di daerah. Selain itu, lemahnya konsolidasi demokrasi di masa transisi telah menyebabkan terjadinya salah penafsiran mengenai implementasi UU yang mengatur mengenai pemilihan kepala daerah dan memperlemah institusionalisasi proses demokrasi di tingkat lokal, yang menjadi faktor yang dominan di beberapa lokasi sebagai pemicu timbulnya konflik antar kekuatan politik.


Ketersediaan
B05513B-Politik KO MOTersedia
B06172B-Politik KO MOTersedia
B08708B-Politik KO MOTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Politik KO MO
Penerbit
Yogyakarta : Pustaka Pelajar., 2005
Deskripsi Fisik
309 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9793721949
Klasifikasi
B-Politik
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1, 2005
Subjek
Buku Politik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Dhurorudin Mashad, dkk; (editor) Moch Nurhasim
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik