Text
The Great Disruption: Hakikat Manusia dan Rekonstitusi Tatanan Sosial
DISADARI atau tidak, selama tahun-tahun terakhir bangsa kita telah mengalami ketidakpercayaan yang luar biasa di antara sesama kita. Seolah-olah bangsa kita tengah menguatkan tesis yang mengatakan bahwa salah satu gejala paling menonjol di era industri dan informasi adalah meningkatnya individualisme. Selain itu, krisis berkepenjangan yang didera bangsa kita juga memiliki peran yang tidak sedikit dalam mengikis kepercayaan kita kepada orang lain, terutam lembaga-lembaga negara. Apalagi akhir-akhir ini agaknya sudah menjadi tren baru adanya perkelahian antaranggota DPR/MPR yang seharusnya memikirkan nasib rakyat dan bangsanya. Juga penegakan hukum yang seringkali melukai rasa keadilan masyarakat membuat kita nyaris kehilangan kepercayaan kepada lembaga hukum dan orang lain. Buku ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memahami hakikat manusia dan rekontruksi tatanan sosial. Buku ini juga menjelaskan sebuah upaya yang diperlukan untuk membangun kembali tatanan masyarakat yang hancur akibat rasa saling tidak percaya dengan membina kembali rasa saling percaya , kejujuran, kearifan, kesediaan untuk saling menolong sebagai indikator dari social capital. Mangkirnya social capital bisa dilihat melalui ukuran-ukuran tradisional mengenai penyimpangan sosial, seperti tingkat kejahatan, kehancuran keluarga, penggunaan obat-obat terlarang, pelanggaran hukum, bunuh diri, dan penghindaran pajak. Praanggapannya adalah karena social capital mencerminkan eksistensi norma-norma kooperatif , maka penyimpangan sosial ipso facto mencerminkan kurangnya social capital.
B05997 | B-Politik GR FR | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain