Text
Anak Bangsa Menggugat: Nasionalisme, Kemandirian dan Kewirausahaan
Karangan yang dihimpun dalam buku ini merepresentasikan suara-suara masyarakat yang berada di pinggiran arus besar kekuasaan, tetapi mereka adalah anak-anak bangsa yang merasakan langsung dampak tak terperikan dari salah kelola negara dan pemerintahan yang pada akhirnya mencetuskan krisis yang bercorak multidimensional. Boleh dikata, karangan-karangan itu mencerminkan adanya apa yang disebut Immanuel Kant: empirical apperception anak-anak bangsa terhadap nasib bangsanya, melebihi keprihatinan kalangan elite politik.
Penerbitan buku ini penting dan relevan serta tepat waktu ketika bangsa Indonesia sedang memerlukan pencerahan pemikiran tentang apa yang dibahs di dalamnya, yakni masalah nasionalisme.
Nasionalisme menuntut setiap orde ekonomi untuk mempertahankan adgium “menjadi tuan di negeri sendiri”. Nasionalisme menolak ide kapitalisme global yang menempatkan Indonesia pada kutukan lama, yaitu sebagai bangsa yang paling lembek di atas bumi, bak koelie-nya bangsa-bangsa lain (het zachste volk ter arde, een koelie onder de volkeren).
Bagaimapun juga globalisasi merupakan tempat nebeng bagi kapitalisme global untuk menyembunyikan insting dasarnya (predaceous), yaitu melakukan dominasi ekonomi eksploitatif dalam suatu konstruksi hegemonik. Seperti misalnya dikatakan oleh Henry Kissinger bahwa “globalisasi adalah nama lain dari dominasi Amerika Serikat”.
B06040 | B-Pendidikan & Kemanusiaan AN MA | Tersedia | |
B08996 | B-Pendidikan & Kemanusiaan AN MA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain