Text
Jejak Sang Pencerah; Novel Biografi KH. Ahmad Dahlan Pendiri Ahmad Dahlan; Serial Tokoh Pendiri Ormas Islam Di Indonesia
Selain dikenal sebagai tokoh pendiri ormas Islam di Indonesia, Ahmad Dahlan juga dikenal sebagai pahlawan nasional. Dia lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 dengan nama aslinyanya Muhammad Darwis. Namun dalam perkembangannya, dia lebih dikenal dengan nama Ahmad Dahlan. Selama masa perjuangan dan pembaharuan, banyak sumbangsih yang telah diberikan Ahmad Dahlan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dengan sikap teguh, luwes dan tidak mudah menyerah, dia berjuang demi kemaslahatan umat.
Ahmad Dahlan mencoba meluruskan pehamanan yang kurang benar, yang banyak dianut oleh masyarakat Kauman. Misalnya tentang kebiasaan melakukan sesajen di kuburan atau di pohon-pohon besar dan laku umat yang masih meniru unsur kebiasaan lama adat Jawa. Karena takutnya, kebiasaan itu bisa menyeret masyarakat kembali kepada kesyirikan. Semestinya umat Islam harus selalu berpegang teguh pada Al-Quran dan hadis.
“Inti sari Al-Quran adalah dorongan kepada umat manusia agar mempergunakan akalnya untuk memenuhi tuntutan hidupnya di dunia dan akhirat. Iman harus didasari ilmu yang benar, karena kebodohan terhadap selubung keimanan sangat membahayakan. Dan ditegaskan kembali bahwa iman yang taklid tidak sah menurut beberapa ulama muhaqiqin.” (hal 37).
Selain itu, Ahmad Dahlan juga mencoba memperkenalkan ilmu falak sebagai cara untuk menetapkan hari dimulainya puasa atau hari raya dan juga tentang penetapan tata letak kiblat yang semestinya. Karena dari beberapa mushala, langgar atau Masjid yang berada di Kauman, Dahlan melihat penetapan kiblat belum tepat. Akan tetapi pemikiran Ahmad Dahlan ini banyak ditentang oleh banyak tokoh-tokoh ulama di Kauman dan keraton, apalagi dari Kanjeng Penghulu Muhammad Khalil Kamaludiningrat.
Ahmad Dahlan dianggap sudah sesat dan keluar dari Islam. Bahkan Kanjeng Penghulu menghancurkan masjid yang dibangun Ahmad Dahlan, agar tidak menyalahi adat yang sudah berlaku di Kauman sejak lama. Keadaan itu sempat membuat Ahmad Dahlan marah dan meninggalkan tempat kelahirannya dan berjuang di daerah lain. Namun setelah dibujuk istri dan saudara-saudaranya, Ahmad Dahlan mencoba untuk lebih sabar dan berdakwah.
B06142 | B-Biografi JE DI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain