Text
Media Sosial dan Demokrasi
Tulisan ini mengkaji bagaimana sesungguhnya media sosial bermakna bagi aktivis gerakan. Penelitian ini tidak berbicara mengenai peran media sosial sebagai saluran komunikasi di antara aktivis. Sebaliknya, media sosial justru dipandang sebagai salah satu strategi gerakan untuk mencapai tuntutannya. Dengan kata lain, penelitian ini melihat bagaimana proses demokrasi terjadi dalam level grassroots di Indonesia melalui media sosial. Lebih jauh, kajian ini juga menjawab bagaimana proses transformasi aktivitas media sosial menjadi gerakan nyata di Indonesia. Adapun, proses transformasi tersebut dibaca sebagai bagian dari strategi gerakan Bali Tolak Reklamasi. Jelasnya, tesis ini tentang media sosial sebagai strategi gerakan dalam konteks demokrasi.
Peneliti merasa penting untuk mengkaji gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa karena gerakan ini menjadi Gerakan Sosial Baru yang menggunakan media sosial sebagai salah satu strategi gerakan sekalgus mampu meneruskan tuntutannya melalui gerakan nyata. Tesis dalam penelitian ini adalah "Posisi media sosial sebagai strategi Gerakan Sosial Baru berperan memfasilitasi strategi nalar dan refleksi dalam mobilisasi dukungan. Selain itu, media sosial mampu mendorong representasi demokratis ketika berhasil bertransformasi menjadi aksi nyata sebagai strategi untuk mengubah isu publik menjadi agenda politik."
B06245 | B-Kebijakan Publik ME IG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain