Text
Islam Kemodernan dan Keindonesiaan
Tak sulit disepakati bahwa Nurcholis Madjid adalah seorang pemikir Muslim Modernis atau, lebih tepat, neomodernis- menggunakan peristilahan yang sering dia sendiri lontarkan. Maka, melanjutkan para perambah modernisme (klasik) di masa-masa lampau, Nurcholis Madjid berpendapat bahwa Islam harus dilibatkan dalam pergulatan-pergulatan modernistik. Namun, berbeda dengan para pendahulunya, kesemuanya itu tetap harus didasarkan atas kekayaan khazanah pemikiran keislaman tradisional yang telah mapan. Dalam hal lain, sebagai pendukung neomodernisme, dia cenderung meletakkan dasar-dasar keislaman dalam konteks nasional- dalam hal ini keindonesiaan.
B00576 | B-Politik IS NU | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain