Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Palagan Maguwo dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (1945-1949)

Text

Palagan Maguwo dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (1945-1949)

Dede Nasrudin - Nama Orang;

Sebagai satu satunya pangkalan udara di ibukota Republik Indonesia ketika itu, Pangkalan udara Maguwo memiliki nilai yang sangat penting dan strategis, terutama dalam upaya Belanda menduduki wilayah Republik Indonesia yang tersisa, setidaknya sejak persetujuan Renville di mana wilayah Republik Indonesia yang semakin menyempit.

Pangkalan Udara ini menjadi target utama sebelum militer Belanda menyerbu masuk ke dalam kota Yogyakarta. Hal ini nampaknya sesuai dengan doktrin militer yang berkembang ketika itu, bahkan tampaknya pihak militer Belanda belajar dari strategi militer Jerman ketika melakukan serbuan kilatnya terhadap negara mereka sendiri, Blietzkrieg.

Militer Belanda tampak begitu cermat dan terencana, hanya untuk menyerang pangkalan udara Maguwo. Skema yang disusun mulai dari serangan pembuka, penerjunan dengan pengecohan, penerjunan pasukan para himgga pada dikuasainya pangkalan udara tersebut. Tahapan demi tahapan operasi militer dilaksanakan dengan baik.

Para kadet AURI dan Pasukan Pertahanan Pangkalan AURI yang ada berusaha mempertahankanpangkalan ini mati-matian. Namun karena persenjataan yang begitu terbatas, perlawanan prajurit Angkatan Udara ini tidak begitu berarti untuk menghadang serbuan pasukan Belanda.

Setelah kejatuhan Maguwo, para prajurit AURI tidak serta merta menjadi bungkam. Mereka terus terlibat dalam aksi-aksi perlawanan dan juga dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Kebanyakan dari mereka bergbung dalam satuan SWK-SWK yang ada. Hingga akhirnya, Maguwo kembali ke dalam kekuasaan AURI pada Juni 1949.

Dengan segala keterbatasannya, Maguwo dan Angkatan Udara berhasil menuliskan cerita perlawanan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia.


Ketersediaan
B06990B-Pendidikan & Kemanusiaan PA DETersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Pendidikan & Kemanusiaan PA DE
Penerbit
Indonesia : Matapadi Presindo., 2018
Deskripsi Fisik
hlm 332. d 14 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786021634288
Klasifikasi
B-Pendidikan & Kemanusiaan
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1
Subjek
Buku Pendidikan & Kemanusiaan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik