Text
Warga Negara dan Penjara
Kekuasaan tidak hanya bisa dilihat sebagai suatu hal yang berkenaan dengan masalah pertentangan atau kepemilikan. Kekuasaan juga berkenaan dengan masalah strategi dan teknik pelaksanaannya. Karena itu, ia dapat hadirdan berlangsungdi mana saja dalam kehidupan sosial kita. Dalam hal ini, praktik kekuasaan berlangsung ketika individu menjadi medan keberlangsungannya, sehingga individu merupakan efek dari kuasa sekaligus elemen artikulasinya.
Secara khusus, tulisan ini menunjukkan bagaimana hal itu terjadi sehari-hari dalam sebuah lembaga pemasyarakatan. Alih-alih menunjukkan dominasi, tulisan ini menunjukkan bahwa dalam lembaga pemasyarakatan, kekuasaan bersifat produktif meskipun juga mengandung sisi represi. Di sana, kekuasaan tidak lagi terpusat, melainkan menyebar dan memfokuskan diri pada cara yang paling efektif untuk menciptakan individu "baru". Dengan demikian, kekuasaan merupakan alat penting yang dapat berlangsung dengan tujuan agar narapidana mampu kembali menjadi bagian dari masyarakat sebagai warga negara yang baik.
Berbeda dengan arus utama kajian ilmu politik di Indonesia, buku ini membawa kajian politik masuk ke institusi publik yang tidak biasa, yaitu penjara, dengan melihataspek-aspek yangnon-normatif, politik mikrodan politik keseharian. Hasrul Hanif
- Staf Pengajar pada Jurusan Politik & Pemerintahan UGM
B07276 | B-Politik WA AY | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain