Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa

Text

Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa

Martin Khor - Nama Orang;

“Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sangat aktif melakukan kerjasama ekonomi. Tidak hanya dalam forum ekonomi multilateral seperti WTO, tetapi juga dalam berbagai kerjasama bilateral maupun regional free trade agreement (FTA). Umumnya, alasan pemerintah untuk lebih agresif dalam berbagai FTA karena strategi FTA dianggap akan menjadi terobosan bagi perundingan di forum multilateral yang lamban. Memang, dalam forum multilateral, prinsip-prinsip dan perbedaan tingkat kemajuan pembangunan antar negara anggota masih menjadi faktor penting, sehingga masih sangat dipertimbangkan dan diberi peluang untuk diperjuangkan dan dinegosiasikan oleh masing-masing anggota, sebelum penyusunan kesepakatan. Sedangkan dalam FTA, terutama dalam FTA bilateral, pertimbangan perbedaan-perbedaan tersebut seolah semakin tipis dan menjadi hambatan yang lebih cepat diselesaikan. Tidak heran bila banyak negara, termasuk Indonesia, yang ingin mempercepat liberalisasi ekonomi, akan memilih memperbanyak kesepakatan FTA dibanding mendorong kerjasama multilateral.

Tetapi agresifitas dalam kerjasama ekonomi FTA atau EPA akan menjadi sangat berbahaya bila langkah-langkah liberalisasi ekonomi tersebut tidak didahului dengan penyusunan strategi pembangunan industri dan perdagangan yang jelas. Karena strategi inilah yang bisa menjadi pedoman bagi pengembangan industri nasional.” (Dr. Hendri Saparini)

“Pertanyaan mendasar tentang penerapan perdagangan bebas ASEAN dan China adalah apakah para pengambil kebijakan memahami secara utuh kondisi suatu sektor ekonomi dan memahami dampak dari suatu perjanjian? Atau mereka secara gegabah menyepakati suatu perjanjian tanpa pemahaman yang memadai dan membiarkan dampaknya menghancurkan petani dan industri dalam negeri sendiri? Penolakan dan permintaan untuk melakukan negosiasi ulang dari pelaku usaha menunjukkan bahwa sejak awal para pelaku usaha tidak dilibatkan secara memadai. Pemerintah harus berhenti melakukan kesepakatan perdagangan tanpa mengikut sertakan para pelaku bisnis riil.” (Noviansyah Manap).


Ketersediaan
B07869B-Kebijakan Publik ME MATersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Kebijakan Publik ME MA
Penerbit
Indonesia : INSISTPress., 2010
Deskripsi Fisik
13x19cm; xii + 239 halaman
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
B-Kebijakan Publik
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1
Subjek
Buku Kebijakan Publik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Martin Khor
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik