Text
Batak Inspigraph
Membaca buku Batak Inspigraph hampir tiada bosannya karena disuguhkan dengan cerita yang cukup berbeda dari setiap tokoh yang di munculkan, buku ini memuat 328 tokoh Batak dengan latar belakang profesi yang berbeda, buku ini sangat menarik untuk di baca terutama untuk kalangan mudah Batak, terlebih dapat menjadi motivasi dalam setiap berkarya.
Sesuai dengan judul buku batak Inspigraph yakni orang Batak yang menginspirasi buku ini sangat relevan untuk masa kini, karena buku ini dapat mengubah paradigma di masyrakat Batak pada umumya selama ini Batak selalu dikaitkan dengan profesi sopir kenek dan tukang tambal ban, tetapi berkat perjuangan dari masih-masing individu orang batak di dalam buku ini banyak yang menuai sukses yang bukan hanya sukses secara individual namun berguna bagi masyrakat dan mampu mewarnai lingkungannya, sebut saja seperti Dora Sitanggang yang awalnya hanya mempunyai sebuah Lapo Tuak namun karena keberaniannya untuk membuka catering dan tetap gigih belajar untuk menambah pengetahuannya dalam hal Katering meskipun hanya tamat SMA namun dia sudah pernah mengikuti studi banding ke Hongkong, Thailand dan Singapura, akibat kerja kerasnya usaha kateringnya beromzet Rp 2 Miliar per bulan. Begitu juga dengan Pantur Silaban meskipun orang tuanya buta huruf namun dia bisa menjadi Guru Besar ITB dan pantur Silaban merupakan salah satu murid sang fisikawan terakbar sepanjang masa Einstein saat melanjutkan pendidikan di Syracuse University AS,
Buku ini juga tidak hanya menyuguhkan profil daripada tokoh-tokoh batak yang cukup memberi inspirasi namun juga buku memaparkan beberapa catatan tentang batak misalnya tulisan JR Hutaruruk sebagai mantan ephorus HKBP juga memberikan sebuah tulisan tentang “Sejarak Perjumpaan Injil Dan Batak”, demikian juga Hotman Siahaan Selaku Guru besar di Universitar Airlangga juga memberikan catatan “Sekilas Sosilogi Batak” dalam tulisannnya dia memaparkan hakekat hubungan social Batak adalah Dalihan Natolu, baik dalam tarataran eksistensi individual, dalihan natolu bukan hanya nilai melainkan anutan tradisi dalam hubungan social, diatas pemahaman kebudayaan sosiologi Batak. Selain itu juga masih ada beberapa catatan lagi yang membuat buku ini semakin untuk menarik dibaca seperti catatan parakitri tahi simbolon tentang “Merayakan Keberagaman Yang Tinggi Masyarakat Batak” mantan wartawan kompas ini memaparkan keberagaman yang tinggi dalam masyarakat Batak akibat derasnya gelombang cita-cita untuk mencapai hamajuon.
Buku yang disertai gambar tokoh dan narasi semakin menguatkan buku karya Edward Tigor Siahaan. Sehingga membacanya tetap nyaman dan mengalir karena di suguhkan dengan kualitas foto dari setiap tokoh yang dapat mengambarkan bagaimana polo kehidupan sehari-harinnya. buku ini merupakan sebuah mahakarya tentang forogafi, terlebih lagi dalam buku ini ada banyak ilmu yang kita dapat pahami didalamnya selain narasi setiap tokoh, catatan tentang Batak tentang fotografi juga ada seperti catatan Arbain Rambey tentang “Membangkitkan Motivasi Lewat Fotografi” serta catatan sipenulis buku pejelasan tentang Inspigraph yakni singkatan dari Inspiring photograph (fotografi yang mengilhami) sebagai awal pembuka buku ini dan di akhir juga dia menambahkan tentang “Narsissgraph”.
Buku ini memanglah belumlah lengkap seutuhnya karena belum mengakomodir seluruh tokoh batak yang bisa dikatakan mengispirasi namun buku ini bisa menjadi sebuah awal untuk kedepannya dan menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda untuk lebih bergiat lagi dalam beajar dan berharap mampu seperti tokoh yang ada dalam buku tersebut.
B08089 | B-Pendidikan & Kemanusiaan BA ED | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain