Text
Menembus Fakta
Tak ada kata jera dalam perjuangan begitulah sosok Panda Nababan kalau harus dituliskan dalam satu kalimat, Di masa Orde Baru, ia dua kali mendekam di penjara tanpa pernah diadili gara-gara aktivitasnya sebagai pendukung Soekarno, Ketika menjadi wartawan pun ia “ diganjal” kiri-kanan, depan-belakangan, atas-bawah oleh rezim Orde Baru. Kerap kali, ia harus memenuhi panggilan pihak penguasa karena berita-berita yang ia tulis, terutama saat menjadi wartawan Sinar Harapan, 1969-1986, mengungkapkan banyak kebobrokan pemerintah yang merugikan rakyat, seperti kasus korupsi, manipulasi, dan nepotisme.
Banyak kasus besar telah diangkat sebagai berita oleh Panda, yang membuka borok-borok aparat pemerintah pada masa rezim Orde Baru berkuasa. Panda antara lain berhasil mengungkap kasus Losarang pada masa Pemilu 1971 ; kesemerawutan Pelabuhan Tanjungpriok ; “mafia” di Bandara Halim Perdana Kusuma, dan mega korupsi di Pertamina, awal 1970-an. Selain itu, ia antara lain juga berhasil mengungkap kasus penyeludupan mobil mewah pada tahun 1970-an ; kasus manipulator mobil korps diplomatik, berbagai kasus penyeludupan lain yang tertangkap dalam Operasi 902 ; kasus Kepala Dolog Kalimantan Timur yang melakukan korupsi ; kasus korupsi besar-besaran di tubuh Polri ; kasus korupsi di tubuh TNI Angkatan Darat zaman KSAD Rudini, yang mau dibongkar tapi dimacetkan dengan dalih pelakunya “PKI” ; skandal Pluit yang merugikan negara dengan nilai yang sangat besar pada masanya ; kasus pengusuran tanah di Kalbata, Jakarta ; pembajakan pesawat Wolya, dan Tragedi Kapal Tampomas II. Semua itu hanya sebagian kecil dari prestasi jurnalistik investigatif yang diciptakan Panda dalam kurun waktu 30 tahun menjadi wartawan, yang diangkat ke dalam buku ini.
Panda Nababan adalah wartawan yang kaya warna. Pengalamannya sebagai wartawan merupakan kekayaan yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi-generasi muda yang menekuni profesi sebagai jurnalis. Panda adalah salah seorang wartawan investigasi andal, yang memproyeksikan semangat zamannya, suatu rentang waktu ketika rezim militer pernah begitu berkuasa di negeri ini di bawah kendali Jendral Soeharto sang presiden.
B08212 | B-Biografi ME PA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain