Text
Politik Akal-Ukil: Kisah-Kisah Wayang Inspiratif
Sungguh beruntung kita hidup di tengah keragaman budaya luhur yang sudah ada sejak dahulu kala, salah satunya yaitu budaya kesenian tradisional wayang. Kisah induknya berawal dari cerita Mahabharata dan Ramayana yang berasal dari India ini masih terus berkembang hingga saat ini di nusantara. Wayang bukan hanya sekedar tontonan yang indah dalam seni sastra, tari, lukis, suara, tembang dan lainnya namun juga terdapat nilai-nilai yang lebih hakiki dari kisah atau ceritanya. Ada tuntunan atau pelajaran hidup serta hakikat kehidupan yang terkandung dalam kisah pewayangan. Mulai dari masalah kehidupan sehari-hari hingga tema sosial, politik, budaya dan sebagainya. Melalui kisah wayang, kita dapat belajar mengenai nilai, makna hidup, dan budi pekerti. Budi pekerti ini harus dipahami sebagai laku manusia untuk menjalankan dan mempertebal sifat-sifat yang baik dan membuang atau menghindari sifat-sifat buruk. Penulis merupakan wartawan senior Media Indonesia yang sangat menyukai wayang, sehingga sering menggunakan medium dunia wayang dalam tulisan-tulisannya. Uniknya fenomina yang terjadi di dunia nyata itu disandingkan secara selaras dengan kisah dalam dunia pewayangan. Melalui tulisan berjudul Politik Akal Ukil ini penulis mengulas bahwa politik akal-akalan semaunya sendiri itu juga terjadi di dunia pewayangan, dengan pelaku utamanya elite Astina bernama Tri Gantalpati yang lebih dikenal dengan nama Sengkuni. Sengkuni terlahir memiliki kecerdasa hebat, namun keunggulannya tersebut tidak digunakan untuk membangun peradaban dunia melainkan hanya untuk memuaskan nafsu pribadi dan kelompoknya. Tanpa ragu Sengkuni memproklamirkan ideologi politiknya ialah pragmatisme. Menurut penulis buku Politik Akal Ukil ini dijadikan judul buku dalam buku ini karena pesan dalam tulisan dengan judul ini merupakan gambaran secara umum akan kondisi perpolitikan di negeri ini. Politik yang sejatinya untuk membawa bangsa dan negara ini ke kejayaan, namun hanya dimanfaatkan segelintir elite untuk kepentingan pribadi dan kelompok penguasa saja. Selain itu juga, akal ukil menjadi roh hampir seluruh pesan tulisan yang ada di buku ini. Akal ukil berarti semua pikiran dan tindakan akal-akalan, tidak mengindahkan etika dan norma, dan hanya memenuhi kepentingan pribadi semata. Buku Politik Akal-Ukil Kisah-kisah Wayang Inspiratif ini membahas: Pragmatisme politik Sengkuni, Karma Abimanyu, Konsistensi Kresnadwipayana, Paradoks Setyaki, Gaya bicara Kurawa, Jejak Duryudana, Pudarnya Keresian Wisrawa, Senandung zaman edan, Duta negara yang tergoda, Mbilungisasi, Kesatria minus panakawan, Mahkamah Kahyangan, Culika dan Ghulul, Jiwa jiwa kemrangsang, Nelson abiyasa mandela, Tragedi ratu umayi, Politik tengik, Rajamala dalam pemilu, Gotong royong, Tahu diri, Bebendu, Topeng Gorawangsa, Parade goroh, Jangan lamis, Gendeng, Koalisi saru, Intermeso, Sowan, Jer basuki mawa bea, Black campaign, Bharatayuda, Bawalaksana, Mental mbudaya, Perang kembang, Pengawal pribadi, Sumpah jabatan, Politik akal ukil, Langgam kurawa, Susi srikandi Pudjiastuti, Virus suman, Vonis mengejewantah, Regenerasi, Vox populi vox dei, Paranpara paripurna. Buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang menyukai kisah pewayangan, karena dengan melestarikan dan memahami budaya wayang dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif mengenai budi pekerti dan nilai-nilai positif di masyarakat. Oleh karena itu, buku-buku yang mengulas dan menyandingkan kisah-kisah wayang dengan kehidupan sehari-hari perlu mendapat apresiasi. Kelebihan dari buku ini yaitu, penulis menggunakan bahasa atau pesan tersirat mengingatkan para elite politik atau penguasa untuk tidak berperilaku jahat dan hanya mementingkan diri sendiri serta kelompoknya. Kekurangan dari buku ini yaitu, antar judul sub bab di buku ini tidak dalam satu kesatuan cerita yang utuh melainkan berisi kumpulan beberapa tulisan. Selain itu tampilan lay out buku ini kurang menarik dan tidak berwarna sehingga agak membosankan untuk dibaca para kaum milenial.
B08290 | B-Politik PO ON | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain