Panglima Itam

Library of NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Islam sebagai Dasar Negara

Text

Islam sebagai Dasar Negara

Mohammad Natsir - Nama Orang;

Islam yang sejak awal menginginkan Islam sebagai dasar negara, yang sebelumnya sempat terpukul dengan dihapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta, kembali bersemangat untuk bertarung mengegolkan Islam sebagai panduan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk memuluskan langkah tersebut, Masyumi dan NU, dua partai berbasis massa Islam yang menjadi korban kontestan pemilu tahun itu, membentuk front Islam. Dalam setiap kampanye, dua partai besar itu menyerukan penolakan terhadap paham komunis dan menggusung Islam sebagai dasar negara.

Munculnya masalah dasar ideologi negara ini karena Konstituante yang akan dibentuk dari hasil pemilu 1955 ini mempunyai salah satu agenda penting yang akan dibahas, yaitu persoalan dasar negara. Isu inilah yang kemudian menjadi perdebatan panas di Majelis Konstituante yang berlangsung sejak 1956-1959. Dalam sidang tersebut, M. Natsir yang diberi kesempatan berpidato atas nama Masyumi mengatakan, Bukan semata-mata karena umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya, kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita. Tetapi berdasarkan keyakinan kami, ajaran-ajaran Islam dapat mengatur mengenai ketatanegaraan dan masyarakat serta dapat menjamin hidup keragaman atas saling menghargai antra berbagai golongan di dalam negara. Dengan bahasa indah, Natsir mengatakan bahwa Islam itu, Kalaupun besar tidak melanda, kalaupun tinggi malah melindungi.

Natsir menambahkan, dasar negara haruslah sesuatu yang sudah mengakar di masyarakat. Realitas sejarah, ujar Natsir, membuktikan bahwa Islam sebagai agama yang dianut mayoritas rakyat Indonesia cukup mengakar di masyarakat. Islam, terangnya, mempunyai sumber yang jelas yang berasal dari wahyu. Tidak seperti Pancasila yang mempunyai banyak tafsiran, tergantung pada pandangan filosofis seseorang.


Ketersediaan
B08295B-Politik IS MOTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Politik IS MO
Penerbit
Jakarta : Penerbit Media Dakwah., 2000
Deskripsi Fisik
136 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9198736230
Klasifikasi
B-Politik
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1, 2000
Subjek
Buku Politik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Mohammad Natsir
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan



Klasifikasi Koleksi Video Perpustakaan

Perpustakaan ini menggambarkan concern NasDem tentang pentingnya kajian akademis di bidang politik,
kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan dan kemanusiaan.

  • Biografi
  • Politik
  • Leadership
  • Kebijakan Publik
  • Pendidikan & Kemanusiaan
  • Pidato Surya Paloh

Pencarian Spesifik