Text
Kebenaran yang Hilang
Buku ini memuat perbincangan yang mungkin sekali ingin
dihindari banyak orang. Kebanyakan orang hanya ingin
mendengarkan apa yang mereka sukai. Secara kejiwaan,
manusia memang lebih condong untuk meminati aspek yang
emosional dan merasa nyaman dengan kebenaran yang dianggap
sudah mapan. Karena itu, sulit bagi banyak orang untuk menerima
versi kebenaran lain, walaupun di kemudian hari versi lain ini
terbukti lebih benar atau mendekati kebenaran.
Dan kemungkinan terburuk yang saya bayangkan dari para
pembaca perbincangan seperti ini adalah kecenderungan untuk
langsung bersikap a priori terhadap apa yang dikemukakan kepada
mereka, atau menganggap hal itu suatu tindakan kriminal. Yang
lebih pahit lagi adalah: ketika anda mengemukan persoalan seperti
itu, anda akan menjumpai penolakan dengan tuduhan bahwa
anda telah kafir dan terlalu mengagung-agungkan penggunaan
akal.
Perbicangan kita ini sesungguhnya adalah perbincangan
tentang sejarah, walaupun saya tidak menganggap diri saya sebagai
spesialis di bidang sejarah atau seorang pakar di bidang itu. Namun,
saya merasa telah membaca sejarah secara tekun, menganalisisnya
dengan cermat, mengeceknya dengan teliti, dan tak jarang
mengeritik logika yang terkadang menarik saya ke kiri atau ke
Kebenaran yang Hilang
2
kanan. Percayalah bahwa saya tidak dapat menggerakkan pena
saya kecuali untuk menulis sesuatu yang memang dikendalikan
oleh akal sehat saya. Saya juga tidak kuasa untuk menggiring
imajinasi saya terlalu jauh dengan tambahan-tambahan atau pengurangan-
pengurangan yang melampaui kebenaran sejarah.
B09047 | eB-Politik | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain