Text
Gerakan 30 September: Antara Fakta dan Rekayasa (Berdasarkan Kesaksian Para Pelaku Sejarah)
Rezim Orde Baru dicurigai melakukan serangkaian rekayasa historiografi (penulisan sejarah) secara sistematik, dengan tujuan untuk memperkukuh hegemoni kekuasaan. Historiografi diarahkan sedemikian rupa untuk melestarikan pilar-pilar kekuatan Orde Baru; yakni dominasi militer terhadap sipil, serta politik represif yang terkamuflase dalam terminologi "stabilitas".
Historiografi yang dikemas dalam tujuan memperkuat legitimasi kekuasaan Orde Baru tampak pada penulisan sejarah mengenai lahirnya Pancasila 1 Juni 1945; pemrakarsa Serangan Umum 1 Maret 1949; keterlibatan Soekarno-Soeharto dalam G 30 S 1965; serta keluarnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Kini, tugas kita adalah menuliskan ulang teks sejarah tersebut dengan tidak mengabaikan fakta obyektif yang ada, serta sedapat mungkin mengakomodasi fakta-fakta baru yang muncul dari pelaku sejarah- yang sekian lama terbungkam oleh alasan politis- sudah waktunya untuk mendapat tempat dalam analisis. Uji konsistensi antara pernyataan dan kesaksian para pelaku sejarah, kelak akan menghasilkan sintesis yang lebih valid dan akurat.
B00745 | B-Politik GE CE | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain