Text
Di Ambang Balkanisasi dan Disintegrasi: NKRI Menghadapi Pancaroba Politik
Kita dihadapkan pada masalah besar yang bersifat nasional, baik ekonomi maupun politik. Kita terperangah melihat reformasi yang diperjuangkan para mahasiswa dan kekuatan pembaru, membawa kita pada situasi yang memprihatinkan. Persatuan kita terkoyak-koyak sementara bayangan kegelapan krisis ekonomi terus menghantui kita.
Dalam saat-saat seperti ini rasanya baik kita menoleh kepada pemikiran Moh. Hatta yang gundah gulana melihat hasil kemerdekaan yang telah diperoleh. Kemerdekaan yang dicita-citakan oleh para pemuda pejuang kemerdekaan tidak menghasilkan masyarakat di seberang jembatan emas yang adil dan makmur serta bebas dari kesengsaraan hidup.
Hatta kemudian memutuskan untuk mundur dari jabatan wakil presiden. Pada saat ia ingin mundur itulah Universitas Gadjah Mada memberikan gelar Doktor Honoris Causa pada 27 November 1956. Dalam pidato penerimaan gelarnya ia mengucapkan pidato yang diberi judul Lampau dan Datang. Pidato penuh kegetiran melihat perkembangan Tanah Air, yang keluar dari cita-cita perjuangan menegakkan negara Republik Indonesia. Dengan halus ia menyatakan bahwa cita-cita yang diperjuangkan bertentangan dengan kehidupan ekonomi dan politik setelah kita merdeka.
B00747 | B-Politik DI DJ | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain