Text
Aktor Di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus Bali Dan Maluku Utara
Bagi Indonesia yang sangat majemuk, praktik desentralisasi asimetris adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Apalagi mengingat model asimetri tersebut juga dijamin secara konstitusional. Akan tetapi, dalam penerapannya perlu lebih sistematik dan ada standar yang objektif. Tim Otonomi Daerah P2P LIPT selama kurun waktu 2015-2017 telah melaksanakan riset mengenai daerah dengan status desentralisasi asimetris (otonomi khusus dan istimewa). Kajian-kajian tersebut memperlihatkan bahwa daerah dengan status otonomi khusus dan istimewa belum bisa menjalankan kewenangan politik administrasi dan fiskalnya secara memadai. Oleh karena itu, terlepas dan keniscayaan model asimetri dalam penerapan desentralisasi, sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan daerah secara tepat. Buku dengan lima bab komprehensif ini relevan dan signifikan bagi para stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah secara umum, pemenintah daerah dengan status asimetris, DPR, DPD, DPRD, serta pemangku kepentingan lain. Buku Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara juga dapat menjadi referensi bagi para pengkaji isu desentralisasi dan poltik lokal karena membahas dan memberikan perspektif aktor dalam usulan baru desentralisasi asimetris yang belum banyak dibahas.
B09563 | B-Pendidikan & Kemanusiaan AK DI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain