Text
Marginalisasi Dan Keberadaban Masyarakat
Kemampuan daya tahan hidup (survival) merupakan manifestasi kebersatuan dari mereka yang ditekan oleh berbagai pihak. Namun Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mampu menunjukkan bahwa kekuatan civil society mereka terbangun lewat budaya dan nilai-nilai keberadaban (civility) yang dipercaya pengikutnya. Kendatipun mengalami marginalisasi, JAI sebagai organisasi turut bergerak di beberapa bidang kehidupan masyarakat tanpa menonjuolkan atribut-atribut organisasi, misalnya: gerakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial-ekonomi. Ironinya, era reformasi justru menunjukkan tingkat tekanan yang lebih kuat, walaupun begitu survivelitas JAI berikut aktivitas kejemaahannya tetap berjalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa JAI sebagai komunitas Islam marginal masih mampu mempertahankan keberadaannya sebagai civil society.
B09671 | B-Pendidikan & Kemanusiaan MA CA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain