Text
Mencari Mahkota Di Penghujung Zaman: Arsitek Pendidikan & Moralitas Bangsa
Dialog dari satu dialog, melihat ruang sosial bangsa yang penuh tanda tanya. Kerumitan yang berujung pada kesedihan, kompleksitasnya persoalan bangsa yang tak menemukan jawabannya, dan hilangnya mahkota dari kumpulan manusia?
Kerumitan tersebut menjadi tarikan fajar untuk melahirkan sebuah literasi, agar kita memiliki kemampuan dalam membaca kondisi. Kehilangan peran dalam diri manusia membuat kita kehilangan harta termewah dalam semesta. Siapa lagi kalau bukan sebuah generasi yang kehilangan karakternya.
Amanah pembinaan tidak akan pernah terlepas dari sebuah pendidikan dari sang arsiteknya, yaitu orangtua dan guru. Kemudian dilengkapi oleh kematangan dalam sistem pendidkan dalam membangun sebuah budaya berkeadaban.
Pemuda hari ini yang digadang-gadang menjadi pemimpin di penghujung zaman, maka setiap generasi yang lahir menginjakan bumi, maka harus hidup dalam fitrah dan kehendak pecipta.
Lembaran-lembaran pena ini hadir untuk menjawab akar kegelisahan kita pada fenomena sosial yang semakin karuan dan mengiris hati, mengembalikan mahkota akhlak sebagai jati diri manusia, dan hal itu hanya mampu dilakukan oleh sang sutradara yang menciptakan sebuah skenario yang diimpikan.
B09987 | B-Pendidikan & Kemanusiaan ME SU | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain