Text
Logika Berpancasila
Pancasila tidak pernah sendirian. Dukungan terhadapnya terus mengalir dari rezim ke rezim. Saat Orde lama misalnya, PKI pun bahkan pernah berkomitmen membela Pancasila. Tidak hanya membela, Orde Baru berkomitmen untuk melaksanakan Pancasila secara murni dan kosekwen.
Sayangnya, semua komitmen tersebut tidak membuat Pancasila berdentum dalam kebijakan kenegaraan. Berpikir dan berjiwa Pancasila tidak pernah ada. Sebagai akibatnya, hadir hanya antitesa Pancasila. Suburnya feodalisme keluarga di parpol, fasisime ekonomi di neoliberalisme dan terorisme negara di oligarki menjadi beberapa buktinya.
Buku ini menjadi satu-satunya buku yang mengajaka kita mengetahui betapa pentingnya Pancasila menjadi pola pikir dan pola perilaku bagi para pemangku kebijakan di Indonesia agar cita-cita nasional dapat terwujud. Hal ini karena perundangan dan praktek ekonomi-politik yang mengkhianati Pncasila terus hadir hingga saat ini. Semua lahir dari kebijakan pembiaran atau penanganan yang tidak berarti. Di samping itu pula, buku ini juga memotret realitas permasalahan bngsa yang banyak dan rumit, beserta cara mudah menanganinya.
B10069 | B-Pendidikan & Kemanusiaan LO MY | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain