Text
Adipati Tjitrosomo dan Jejak Pengabdiannya di Pesisir Timur Utara Jawa
Buku Ini menyajikan perjalanan Adipati Tjitrosomo I-IX yang terbentang antara tahun 1708- 1842, dimulai dari pengabdian Tumenggung Reksojiwo kepada Sultan Agung Hanyakrakusuma di Istana Mataram. Tumenggung Reksojiwo atau juga disebut Tumenggung Tjitrokusumo inilah yang kelak menurunkan trah Tjitrosomo yang keturunannya menjadi Bupati Tuban, Lasem, dan Jepara.
Kedekatan antara Sultan Agung dan Tumenggung Reksojiwo dikisahkan dalam cerita tutur yang diwariskan secara turun – temurun di kalangan trah Tjitrosomo. Dikisahkan, Sultan Agung saat pergi ke Jepara untuk berunding dengan VOC agar meninggalkan Jepara, ia didampingi oleh Tumenggung Reksojiwo yang juga abdi kinasih sultan bersama sejumlah prajurit. Perjalanan dilakukan dengan naik kuda. Sultan Agung menaiki kuda hitam kesayangannya, dan Temenggung Reksojiwo menaiki kuda putih. Dalam perundingan tersebut VOC menyanggupi dan meminta waktu tiga bulan untuk meninggalkan Jepara.
Usai berunding keduanya dengan dikawal prajurit kembali ke Mataram melalui Semarang. Sesampainya di Ungaran, VOC yang licik mencegat mereka dengan satu peleton pasukan bersenjata dan kemudian memuntahkan peluru ke arah rombongan sultan. Kedua kuda yang dinaiki Sultan Agung dan Tumenggung Reksojiwo berlari sangat kencang, hingga pasukan VOC tidak mampu mengejarnya
B10960 | B-Biografi AD HA | Tersedia | |
B10961 | B-Biografi AD HA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain