Text
Guardians Of The Land In Kelimado: Louis Fontijne's Study of a Colonial District in Eastern Indonesia
Pada tahun 1940, seorang perwira kolonial Belanda bernama Louis Fontijne (1902-1968) ditugaskan untuk melakukan investigasi tentang kepemilikan tanah dan kepemimpinan masyarakat adat di Residen Timor dan Depresidensi. Secara khusus membahas Kelimado, sebuah wilayah yang termasuk dalam distrik Nage di Flores tengah, hasil utamanya adalah studi yang luar biasa tentang masyarakat dan budaya serta dampak lebih dari tiga dekade pemerintahan Belanda dan penyebaran agama Kristen. Dari segi detail etnografi dan wawasan analitis, karya yang berjudul 'Grondvoogden in Kelimado' ini lebih menyerupai tesis akademis daripada laporan pemerintah; namun, hal menarik lainnya adalah kritik Fontijne yang lugas terhadap kebijakan kolonial dan rekomendasinya untuk reformasi administrasi. Dengan menggabungkan terjemahan yang diedit dari satu-satunya deskripsi komprehensif tentang masyarakat Nage yang dihasilkan selama periode kolonial, serta evaluasi oleh seorang etnograf modern, buku ini akan menarik bagi antropolog, sejarawan, dan cendekiawan lain yang berkecimpung dalam bidang studi Indonesia dan Hindia Belanda. Gregory Forth saat ini menjabat sebagai Profesor di departemen Antropologi di Universitas Alberta. Buku-buku sebelumnya antara lain Rindi (1981), Beneath the volcano (1998), Dualism and hierarchy (2001), dan Nage birds.
| B11058 | B-Pendidikan & Kemanusiaan GU GR | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain