Text
Parliamentary Threshold dalam Undang-undang Pemilu Berbasis Kedaulatan Rakyat dan Keadilan
Buku yang merupakan desertasi Dr. Rani Purwanti Kemalasari ini memaparkan kajian mendalam mengenai penerapan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem Pemilu Indonesia. Berangkat dari perspektif hukum tata negara dan teori demokrasi, buku ini mengkritisi ketentuan ambang batas yang dinilai telah menimbulkan paradoks dalam demokrasi Indonesia. Di satu sisi, parliamentary threshold bertujuan menyederhanakan sistem kepartaian dan menciptakan pemerintahan yang lebih efektif, tetapi di sisi lain justru menyebabkan jutaan suara pemilih kehilangan representasi politik karena partai yang mereka pilih tidak berhasil melampaui ambang batas yang ditetapkan.
Melalui analisis terhadap berbagai Pemilu pasca-Reformasi, penulis menunjukkan bahwa fenomena wasted votes atau suara terbuang merupakan konsekuensi serius dari desain sistem pemilu saat ini. Penulis mempertanyakan apakah prinsip kedaulatan rakyat benar-benar terwujud ketika sebagian besar suara warga negara tidak dapat dikonversi menjadi kursi di parlemen. Dengan memadukan pendekatan normatif, perbandingan internasional, dan analisis konstitusional, penulis menguraikan berbagai kelemahan regulasi yang ada sekaligus menawarkan alternatif desain kelembagaan yang lebih adil dan inklusif.
Buku ini menjadi kontribusi penting bagi perdebatan mengenai reformasi sistem kepemiluan di Indonesia dan relevan dibaca oleh akademisi, pembuat kebijakan, aktivis demokrasi, serta masyarakat yang ingin memahami tantangan dan masa depan demokrasi representatif di Indonesia.
| B11107 | B-Politik PA RA | Tersedia | |
| B11108 | B-Politik PA RA | Tersedia | |
| B11110 | B-Politik PA RA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain